PEREKONOMIAN INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN
SOEHARTO TAHUN 1997-1998
PROPOSAL PENELITIAN
Salwa Zayyani El Haq
X IPS 2
DINAS
PENDIDIKAN KABUPATEN SIDOARJO
SMA
NEGERI 1 SIDOARJO
2016
A.
Latar Belakang Masalah
Awalnya ada yang
disebut “Ordebarunomics” yang hidup di zaman Soeharto. Ini ditandai oleh laju
pertumbuhan yang cukup tinggi, pembangunan infrastruktur sampai ke daerah,
pendidikan sekolah dasar yang luas, industry manufuktur yang maju, keamanan dan
ketertiban yang teratur.[1]
Sejak
kemerdekaan hingga saat ini, Indonesia telah mengalami beberapa fase.Salah
satunya adalah zaman pemerintahan orde baru hingga Presiden Soeharto
mengundurkan diri dari jabatannya.Pada pemerintahan ini,dapat dikatakan bahwa
ekonomi Indonesia berkembang pesat. Dengan kembali membaiknya hubungan politik
dengan negara-negara barat dan adanya kesungguhan pemerintah untuk melakukan
rekonstruksi dan pembangunan ekonomi,maka arus modal mulai masuk kembali ke
Indonesia. Meningkatnya Gross Domestic Product (GDP) dari 70 dollar AS
pada tahun 1968 menjadi 1.565 dollar AS pada tahun 1996. Repelita (Rencana
Pembangunan Lima Tahun) berjalan dengan baik. Di bawah pemerintahannya pula
Indonesia mengalami swasembada beras pada tahun 1984. Lonjakan ekonomi
Indonesia pada saat itu membuat Indonesia masuk ke dalam kelompok negara-negara
industri baru dan mendapat julukan sebagai Macan Asia.[2]
Kebijakan-kebijakan
ekonomi masa orde baru memang telah membuat pertumbuhan ekonomi meningkat
pesat, akan tetapi, sistem-sistem tersebut tidak dapat bertahan karena KKN-nya
mengganas, perusahaan besar BUMN menjadi sapi perahan bagi yang berkuasa,
konglomerat China dan pribumi sama-sama rapuh karena menjadi besar hanya dengan
kredit dari bank untuk membiayai proyek-proyek besar yang cash-flow-nya tidak
tahan guncangan resensi, antara lain, karena overpricing biaya proyeknya.
Peradilan rusak karena hanya melayani pihak yang bisa membayar dengan harga
tertinggi[3]
Krisis moneter Asia yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 dan kemarau
terburuk dalam 50 tahun terakhir serta jatuhnya harga minyak dan gas dan
komoditi ekspor lainnya, menjadikan Indonesia mengalami krisis keuangan dan
ekonomi yang berat. Jatuhnya nilai rupiah, melonjaknya inflasi serta percepatan
perpindahan modal membuat kepercayaan pemerintahan orde baru menurun drastis.[4]
Krisis pada tahun 1997 jauh lebih parah dan
kompleks dibandingkan dengan krisis-krisis sebelumnya yang pernah dialami oleh
Indonesia. Hal ini terbukti dengan mundurnya Soeharto sebagai presiden,
kerusuhan Mei 1998, hancurnya sektor perbankan dan indikator-indikator lainnya,
baik ekonomi, sosial, maupun politik. Faktor-faktor yang diduga menjadi
penyebab suatu krisis moneter yang berubah menjadi krisis ekonomi yang besar,
yakni terjadinya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS lebih dari
200% dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Pada zaman pemerintahan
Soeharto,Maka dari itu, penulis akan melakukan penelitian mengenai Permasalahan
Perekonomian Pada Masa Pemerintahan Presiden Soeharto Tahun 1997-1998.
B.
BATASAN MASALAH
Pokok permasalahan yang dikaji dalam penelitian
ini adalah apa dan bagaimana penyelesaian permasalahan ekonomi yang terjadi pada
masa pemerintahan Soeharto tahun 1997-1998 dan bagaimana tanggapan pemerintah
dalam menangani permasalahan-permasalahan ini.
Mengenai batasan temporal, masalah apa saja
dan bagaimana penyelesaian pemerintah dalam masalah ini. Akan tetapi, penulis memfokuskan pada
tahun 1997-1998 karena pada masa itu banyak sekali
permasalahan ekonomi di Indonesia. Sedangkan batasan spasial dalam proposal ini
terfokuskan di Indonesia.
C.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar
belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana kondisi ekonomi di Indonesia pada
tahun 1997-1998?
2. Permasalahan apa saja yang terjadi di
Indonesia tahn 1997-1998?
3. Bagaimana tindakan pemerintah terhadap
masalah yang terjadi?
D.
TUJUAN PENELITIAN
1.
Untuk mengetahui kondisi ekonomi di Indonesia
pada tahun 1997-1998
2. Untuk mengetahui permasalahan apa saja yang
terjadi di Indonesia tahun 1997-1998
3. Untuk mengetahui tindakan apa saja yang diambil
pemerintah terhadap masalah yang terjadi
E.
MANFAAT PENELITIAN
a. Bagi
penulis : Menambah wawasan mengenai keadaan perekonomian di Indonesia.
b. Bagi
pembaca : Bahan pustaka dan menambah pengetahuan.
F.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka mempunyai arti, peninjauan
kembali pustaka-pustaka yang terkait di dalam suatu karya ilmiah. Hal ini
dimaksudkan supaya penulis dapat memperoleh data atau informasi yang
selengkap-lengkapnya mengenai permasalahan yang dikaji. Kajian pustaka atau
teori yang menjadi landasan pemikiran.
Buku yang menjadi kajian pustaka
dalam penulisan proposal ini antara lain adalah Indonesia dalam Arus Sejarah
jilid 8 karya Taufik Abdullah dan Zuhdi
Susanto. Selain itu, penulis juga menggunakan buku Bila Kapal Punya Dua
Nakhoda: Esai-esai Ekonomi-Politik Masa Transisi karya Mohammad Sadli. Dari
kedua buku tersebut, penulis mendapatkan informasi mengenai
permasalahan-permasalahan apa saja yang terjadi dan krisis moneter yang terjadi
pada tahun 1997-1998.
G.
METODE PENELITIAN
Metode adalah suatu prosedur untuk
mengetahui sesuatu yang memiliki langkah-langkah yang sistematis. Metode
yang digunakan dalam proses ini antara laim metode historis, yaitu
proses menguji dan menganalisis secara
kritis rekaman dan peninggalan masa lalu
yang diperoleh.[5]
1.
Pemilihan Topik
Menentukan permasalahan yang akan
dikaji. Topik yang dipilih adalah kesejarahan yang workable, yaitu
dapat diselesaikan dalam waktu yang tersedia.
Pemilihan topik akan diimbangi faktor pendukung untuk menyelesaikan
penelitian. Faktor tersebut ialah minat dan kemampuan
penulis untuk menyelesaikan penelitian.
2.
Heuristik
Pengumpulan sumber tertulis maupun lisan
yang relevan dengan tema penelitian. Berupa buku, jurnal
penelitian, laporan penelitian.
a.
Sumber sekunder
Sumber yang berasal dari
kesaksian dari saksi orang lain.[6] Penulis menggunakan sumber
sekunder yaitu dengan kajian pustaka yang ada dan setara dengan permasalahan
karena keterbatasan waktu dan kesulitan
mendapatkan saksi hidup untuk diwawancararai. Contoh
sumber sekunder yang digunakan penulis antara lain adalah Indonesia Dalam
Arus Sejarah jilid 8 (Orde Baru dan Reformasi) karya Taufik Abdullah, dkk.
diterbitkan di Jakarta tahun 2011 penerbit Ichtiar Baru van Hoeve dan buku Bila
Kapal Punya Dua Nakhoda: Esai-esai Ekonomi-Politik Masa Transisi
karya Mohammad Sadli diterbitkan di Banten tahun 2002 penerbit Alvabet.
3. Kritik Sumber
(Verifikasi)
Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat
otentisitas (keaslian sumber) dan tingkat kredibilitas
sehingga terhindar dari kepalsuan.
a. Kritik Dalam
Untuk menyaring kualitas
keterangan yang didapat dari sumber sejarah
dimana dilakukannya (cross check). Dalam hal ini penulis
membandingkan antara keterangan dari satu buku
dengan buku lainnya kemudian memilih keterangan yang
paling banyak disampaikan oleh informan dalam
buku tersebut
b. Kritik Luar
Menguji otentisitas asli tidaknya suatu sumber
yang dipakai untuk menetapkan keaslian sumber sejarah. Dengan menyeleksi
data akan memperoleh satu fakta.
4. Interpretasi
Menafsirkan fakta-fakta yang telah diuji
kebenarannya, kemudian menganalisa sumber yang pada akhirnya
akan menghasilkan suatu rangkaian peristiwa. Dalam tahap ini penulis
dituntut untuk mencermati dan mengungkapkan fakta yang diperoleh dan
hubungan antara satu fakta dengan fakta yang lain. Di dalam interpretasi
perlu dilakukannya analisis untuk mengurangi unsur subjektivitas. Karena
sejarah selalu terpengaruh oleh jiwa, zaman, kebudayaan,
pendidikan, lingkungan sosial, dan agama yang melingkupi penulisannya.
Untuk itu analisis sumber perlu dilakukan dengan menjelaskan fakta yang
ada atau menguraikan informasi dan mengkaitkannya dengan lainnya. Sehingga
rekonstruksi sejarah harus menghasilkan sejarah
yang benar atau mendekati kebenarannya.
5. Penulisan Sejarah
(Historiografi)
Tahap akhir dalam penulisan sejarah. Dalam
tahap ini memerlukan kemampuan tertentu untuk menjaga standar mutu
cerita sejarah, misalkan dengan prinsip sterialisasi (cara
membuat urutan peristiwa) yang memerlukan prinsip
korologi (urutan waktu), prinsip kaukasi (hubungan sebab
akibat), dan bahkan juga kemampuan imajinasi untuk menghubungkan
peristiwa sejarah satu dengan yang lain
menjadi suatu rangkaian yang masuk akal dengan bantuan
pengalaman. Jadi, membuat semacam analogi antara peristiwa diwaktu yang
lampau dengan tindakan yang telah kita saksikan dengan mata kepala sendiri
diwaktu sekarang, terutama bagi peristiwa-peristiwa yang sulit dicari dasar
kronologi dan kaukasi dalam penghubungnya.
H.
SISTEMATIKA PENULISAN
Penyajian penelitian dalam bentuk tulisan ini
diperlukan adanya sistematika penulis yang dituangkan dalam tiga bab, dan
setiap bab terdiri dari beberapa sub bab
1. BAB
I : Pendahuluan, meliputi: latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan penelitian, kajian pustaka,
metode penelitian, dan sistematika penulisan.
2. BAB II :
Pembahasan meliputi: Peranan pemerintah untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan yang terjadi, dan kondisi perekonomian Indonesia pada
akhir pemerintahan presiden Soeharto setelah terjadi permaslahan-permaslaahan
tersebut.
3. BAB III :
Penutup meliputi simpulan dan saran.
Daftar Pustaka
Abdullah, Taufik dan Zuhdi, Susanto. 2011. Indonesia Dalam Arus
Sejarah: Jilid 8 (Orde Baru dan Reformasi). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve
Gottschalk, Louis. 1985. Mengerti Sejarah.
Diterjemahkan oleh: Nugroho Notosusanto. Jakarta: Universitas
Indonesia
Sadilly, Mohammad. 2002. Bila Kapal Punya Dua Nahkoda: Esai-Esai Ekonomi
Politik Masa Transisi. Banten: Alvabet
Widya, I.G. 1989. Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
[1] Sadilly, Mohammad. 2002. Bila
Kapal Punya Dua Nahkoda: Esai-Esai Ekonomi Politik Masa Transisi. Banten:
Alvabet. (hlm. 9)
[2] Abdullah, Taufik dan
Zuhdi, Susanto. 2011. Indonesia Dalam Arus Sejarah: Jilid 8 (Orde Baru dan Reformasi). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve. (hlm. 114-115)
[3] Sadilly, Mohammad. 2002. Bila
Kapal Punya Dua Nahkoda: Esai-Esai Ekonomi Politik Masa Transisi. Banten:
Alvabet. (hlm. 9)
[4] Abdullah, Taufik dan
Zuhdi, Susanto. 2011. Indonesia Dalam Arus Sejarah: Jilid 8 (Orde Baru dan Reformasi). Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve. (hlm. 115)
[5] Gottschalk, Louis. 1985.
Mengerti Sejarah. Diterjemahkan oleh: Nugroho Notosusanto.
Jakarta: Universitas Indonesia. Hal. 29
[6] Widya, I.G. 1989. Sejarah
Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah.Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan. Hal. 18.
